Pembayaran tagihan sulit, tarif listrik melejit?

Pembayaran tagihan

Sejak PSBB diterapkan oleh pemerintah membuat aktivitas di rumah menjadi lebih tinggi. Baik sekolah maupun aktivitas pekerjaan yang dilakukan di rumah secara online selama PSBB. Dengan adanya PSBB membuat sebagian besar petugas PLN tidak dapat untuk melakukan kunjungan ke pelanggan guna mencatat meter pelanggan. Akibatnya pada bulan April dan Mei, PLN melakukan perhitungan rata-rata listrik 3 bulan. Seperti diketahui, pada Juni, PLN memberikan skema perlindungan lonjakan untuk meringankan pelanggan dalam pembayaran tagihan listrik.

Penggunaan listrik oleh pelanggan pada masa PSBB di bulan April sudah mengalami kenaikan, sementara PLN masih menggunakan tagihan listrik pada bulan sebelum PSBB yang notabene masih normal.  Karena hal tersebut sebagian besar realisasi pemakaian listrik lebih besar daripada tagihan pembayaran listrik yang dikeluarkan.

Setelah diberlakukannya new normal pada bulan Juni petugas PLN dapat mengunjungi rumah pelanggan dengan mencatat meter pelanggan. Setelah melakukan pencatatan diketahuilah selisih penggunaan listrik oleh pelanggan dengan tagihan PLN pada masa PSBB. Akhirnya pihak PLN mengambil kebijakan untuk memasukkan selisih tersebut pada tagihan listrik bulan Juni.

Demi kenyamanan pelanggan petugas PLN memberikan fasilitas cicilan untuk kenaikan 20% keatas. Bagi pelanggan yang lonjakan tagihan listriknya lebih dari 20 persen.

Maka pelanggan hanya melakukan pembayaran tagihan bulan Juni ditambah 40 persen. 40 persen tersebut dari selisih tagihan bulan sebelumnya yang menggunakan tarif rata-rata pemakaian 3 bulan. Kemudian, 60 persen sisanya dimasukkan pada tagihan listrik 3 bulan selanjutnya. Jadi pada Juli, Agustus, dan September ditambah dengan besaran 20 persen dari sisa cicilan setiap bulan.

Pemerintah memberikan fasilitas seperti ini diharapkan bisa melindungi konsumen. Perlindungan dari kenaikan pembayaran tagihan listrik akibat adanya perubahan perilaku konsumsi listrik selama PSBB.

Perlindungan lonjakan Pembayaran tagihan

Dalam skema perlindungan lonjakan yang dikutip dari kompas.com, PLN menetapkan tiga kategori pelanggan yang bisa mendapatkan skema pembayaran itu. Tiga kategori pelanggan itu adalah:

  • Pelanggan yang mengalami kenaikan lebih dari 20 persen tagihannya dibanding bulan sebelumnya.
  • Pelanggan yang tagihan bulan sebelumnya telah dilakukan rata-rata sehingga lebih kecil dari pemakaian sesungguhnya.
  • Pelanggan yang tagihan sebelumnya tidak ada koreksi rekening.

Skema pembayaran tersebut dilakukan secara otomatis tanpa adanya prosedur yang harus harus diajukan oleh pelanggan.

Pembayaran tagihan online pada masa pandemi menjadi pilihan utama masyarakat. Hal ini karena selain lebih praktis juga meminimalisir kontak fisik dan menerapkan social distancing untuk mematuhi anjuran pemerintah. Sehingga pembayaran dengan cara ini mengurangi penyebaran virus covid-19.

Salah satu aplikasi pembayaran online yang dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik adalah aplikasi Kios Deliv. Untuk pembayaran tagihan listrik Kios Deliv menyediakan pembayaran prabayar dan pascabayar. Selain itu juga ada menu tambahan PLN Non Taglis berguna untuk melakukan pembayaran diluar tagihan listrik. Non taglis meliputi pembayaran sambungan baru, pembayaran ubah daya, pembayaran migrasi, pembayaran pemasangan kembali, dan pembayaran penerangan sementara. Dengan menu tersebut pelanggan lebih dimudahkan untuk melakukan cek tagihan listrik transaksi pembayaran listrik PLN.

Untuk dapat menikmati layanan dari Deliv, Aplikasi dapat diunduh pada link di bawah ini :

Deliv
download

Kios Deliv
download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *