Paket Internet Mahal, Kemendikbud Lobby Provider

Jika sebelumnya kita sudah membahas terkait dengan Indihome yang memberikan paket khusus untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Kemendikbud ternyata juga sudah memikirkan solusi terkait dengan permasalahan tingginya biaya paket data yang harus ditanggung orang tua siswa.

Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim tengah melakukan usaha untuk memberikan paket internet murah kepada pelajar. Beliau membicarakan hal tersebut dengan perusahaan telekomunikasi. Sebab, mahalnya paket internet paling banyak dikeluhkan dan menghambat pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring atau online.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah bernegosiasi dengan perusahaan telekomunikasi untuk mendapatkan biaya penggunaan paket data yang lebih hemat untuk pelajar dalam rangka pembelajaran jarak jauh atau online.

“Pihaknya saat ini sedang melakukan negosiasi dengan penyedia jasa telekomunikasi di Tanah Air. Harapannya, ada paket internet yang ramah untuk mendukung PJJ di masa pandemi covid-19”, kata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbud, Iwan Syahril.

Kalau perlu, kata Iwan, pemerintah bisa memberikan subsidi agar harga paket internet dapat ditekan. Selain paket internet, pihaknya juga bakal menyelesaikan masalah sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Rencana iwan kedepan tiap sekolah harus memiliki komputer dan infrastruktur pendukung sehingga bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal. Serta permasalahan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) lainnya akan dituntaskan. Seperti halnya ketersediaan internet pada daerah tertinggal.

“Kita terus berkomunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memastikan rencana ke depan kita, di setiap sekolah terjangkau dengan akses internet. Kemudian akses listrik merata di sekolah Indonesia, jangan sampai ada sekolah tidak ada internet dan listrik, ini rencana kita ke depan dan sudah didiskusikan dengan lintas kementerian,” terangnya.

Kemendikbud Juga Nego Indosat

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani. Pada senin (03/08/2020) dikutip dari Tribunnews beliau mengungkapkan bahwa Menteri Kemendikbud juga berdiskusi dengan Telkomsel untuk mendapatkan hasil nego. Satu gigabyte jadi seribu rupiah buat mahasiswa.

Selain Telkomsel, pihak Kemendikbud juga dalam upaya untuk bernegosiasi dengan raksasa provider lainnya yakni indosat Ooredoo. Pihaknya menyebut negosiasi yang diajukan Kemendikbud telah didasari kebutuhan mahasiswa. Paris menyebut kebutuhan internet mahasiswa untuk kuliah dalam sebulan berkisar 10 hingga 20 gigabyte. Hal ini dirasa sangat membebankan bagi mahasiswa jika tidak mendapat paket khusus untuk proses pembelajaran

Untungnya saat ini sudah banyak aplikasi pembayaran online yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran tagihan online. Hal ini dirasa lebih mempermudah dalam melakukan pembayaran karena tidak perlu keluar rumah dan tinggal melakukan transaksi melalui ponsel. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah Kios Deliv. Pada aplikasi Kios Deliv juga dapat melakukan cek tagihan listrik, pembayaran tagihan pln, pembayaran tagihan pdam dan masih banyak lagi lainya.

Untuk dapat menikmati layanan dari Deliv, Aplikasi dapat diunduh pada link di bawah ini 

Deliv
playstore

Kios Deliv
playstore

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *