Kebocoran Data Terjadi Lagi, Data KreditPlus Terjual

KreditPlus

Pada artikel sebelumnya sudah membahas terkait tentang serangan data pada sosial media twitter. Yang ternyata penyerang jaringan tersebut 3 remaja usia 17 tahun bernama Graham Ivan Clark (17), Nima Fazeli (22) dan Mason Sheppard (19) berhasil ditangkap FBI setelah bekerja sama dengan Twitter dan lembaga penegak hukum lainnya.

Selasa, 4 Agustus 2020 terjadi lagi, 800 ribu data pribadi aplikasi pinjaman online kreditplus dijual oleh hacker di situs Raidforums. Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) melayangkan surat kepada pengelola platform digital KreditPlus terkait dugaan kebocoran data penggunanya.

Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) menuturkan, bocornya data KreditPlus sebenarnya dibagikan pada 16 Juli 2020 lalu yang di-upload oleh anggota Raidforums bernama ShinyHunters.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo mengungkapkan, sudah bersurat ke KreditPlus untuk mengklarifikasi hal itu sekaligus melaporkan isu kebocoran kepada kominfo. Sebagai penyedia layanan digital, KreditPlus wajib melindungi data pribadi milik pengguna.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik turut memuat ketentuan yang sama. 

Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk secara rutin mengganti kata kunci akun-akun online yang dimiliki dan tidak memberikan kode OTP kepada pihak lain.

Awal Mula Kebocoran Data

Dikutip dari Kompas, KreditPlus sendiri belakangan sudah mengakui bahwa data penggunanya memang dicuri dan mengatakan akan segera melaporkan kejadian tersebut ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kebocoran data pengguna KreditPlus sendiri dipaparkan dalam laporan terbaru dari firma keamanan siber asal Amerika Serikat, Cyble. Berdasarkan laporan tersebut, data pribadi milik sekitar 890.0000 nasabah KreditPlus diduga bocor.

Pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan, informasi yang bocor ini adalah data sensitif yang sangat lengkap. Diungkapkan Pratama, ini sangat berbahaya untuk nasabah, karena dari kelengkapan data nasabah KreditPlus ini memancing kelompok kriminal untuk melakukan penipuan dan tindak kejahatan yang lainnya.

Maka dari itu Deliv melalui aplikasi pembayaran tagihan online unggulan nya yakni Kios Deliv menawarkan layanan terbaik dan keamanan terjamin bagi para pengguna. Selain melakukan transaksi dengan mudah, Kios deliv juga memberikan keamanan yang ketat terhadap data-data pribadi milik pengguna.

Pada aplikasi pembayaran online Kios Deliv anda dapat menikmati berbagai layanan unggulan tanpa takut terinfeksi malware. Layanan unggulan tersebut diantaranya cek tagihan listrik, pembayaran tagihan PLN, tagihan PDAM, tagihan indihome hingga Pengisian pulsa yang aman dan terpercaya.

Untuk dapat menikmati layanan dari Deliv, Aplikasi dapat diunduh pada link di bawah ini :

Deliv
playstore

Kios Deliv
playstore

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *